Minggu, 22 Agustus 2010
Ramadhan ke 12, 1431 H
Wahai manusia! sungguh telah datang kepada kalian bulan Allah yang membawa berkah, rahmat, dan maghfirah, bulan yang paling mulia di sisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama, malam-malam di bulan Ramadhan adalah malam-malam yang paling utama, jam demi jamnya adalah jam yang paling utama.
Inilah bulan yang ketika engkau diundang menjadi tetamu Allah dan dimuliakan oleh-Nya. Pada bulan ini napasmu menjadi tasbih, tidurmu menjadi ibadah, amal-amalmu diterima, dan doa-doa diijabah. Bermohonlah kepada Allah, Rabb-mu dengan hati yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shaum dan membaca kitab-Nya. Sungguh celakalah orang yang tidak mendapatkan ampunan Allah pada bulan yang agung ini.
Kenanglah rasa lapar dan hausmu sebagaimana kelaparan dan kehausan pada hari Kiamat. Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin. Muliakanlah orangtuamu. Sayanglah yang muda. Sambungkanlah tali persaudaraan. Jaga lidahmu.Tahan pandangan dari apa yang tidak halal kamu memandangnya. Dan tahan pula pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarkannya.
Kasihinilah anak-anak yatim, niscaya anak-anak yatim akan dikasihini manusia. Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa di waktu salatmu karena saat itulah saat yang paling utama ketika Allah Azza Wajalla memandang hamba-hamba-Nya,Dia menyambut ketika mereka memanggil-Nya, dan Dia mengabulkan doa-doa ketika mereka bermunajat kepada-Nya.
Wahai manusia! Sesungguhnya diri kalian tergadai karena amal-amal kalian, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena beban dosamu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu. Ketahuilah, Allah Swt. bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang bersujud, tidak mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabbul'alamin.
Wahai manusia! Barangsiapa di antaramu memberi makan untuk berbuka kepada kaum mukmin yang melaksanakan shaum di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu. Para sahabat bertanya, "Kami semua tidak akan mampu berbuat demikian". Lalu Rasulullah melanjutkan khotbahnya. Jagalah diri kalian dari api neraka walau hanya dengan setitik air.
Wahai manusia! Barangsiapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini, dia akan berhasil melewati shiraatalmustaqiim, pada hari ketika kaki-kaki tergelincir. Barangsiapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya dan membantunya di bulan ini, maka Allah akan meringankan pemeriksaannya di hari Kiamat.
Barangsiapa yang menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari dia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa yang memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakannya di hari berjumpa dengan-Nya, dan barangsiapa yang menyambungkan tali silaturahmi di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari dia berjumpa dengan-Nya. Dan barangsiapa yang memutuskan silaturahmi di bulan ini, Allah akan memutuskan dia dari rahmat-Nya.
Siapa yang melakukan salat sunat di bulan Ramadhan, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa yang melakukan salat fardu, baginya ganjaran seperti 70 salat fardu di bulan yang lain.
Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak akan pernah menutupkannya bagimu. Pintu-pintu mereka tertutup maka mohonkanlah kepada Rabb-mu agar tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar mereka tidak pernah lagi menguasaimu.
Lalu Amirulmukminin Ali bin Abi Thalib berdiri dan berkata: "Ya Rasulullah, amal apa yang paling utama di bulan ini". Rasul yang mulia menjawab: "Ya Abul Hasan, amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah Swt."
(Khotbah ini diriwayatkan Imam Ali R.A) (sumber= milist sabili)
Source : http://www.facebook.com/pages/Oase-Qalbu/222427460759?v=wall#!/note.php?note_id=431438546840
Satu per seribu tetes ilmu saja sudah begitu banyak yang harus kita pelajari dan juga begitu sulit untuk digapai, apalagi kalau kita kita ingin mendapatkan setetesnya.
Minggu, Agustus 22, 2010
Rabu, Agustus 11, 2010
Pensil untuk Cecilia
Rabu, 11 Agustus 2010
Dewa Klasik Alexander
Aku paling senang melihat senyuman manisnya. Senyuman khas anak kecil yang polos dan lucu. Senyuman yang bisa membuat semua lelahku langsung hilang dan berganti dengan sejuta sukacita. Namanya Anastasia Cecilia. Aku sering memanggilnya dengan nama Cecil.
Kalo saja sore itu aku ngga nganterin pacarku ke salah satu Rumah Sakit yang ada di daerah Tangerang, mungkin aku ngga akan kenal dia. Mengenal Cecil merupakan salah satu anugerah bagi aku. Aku belajar banyak hal dari dia. Belajar tentang hidup! Meski usianya baru 7 tahun. Pacarku pernah cemburu karena aku keasyikan ngobrol dan bercanda dengannya. Anaknya menyenangkan dan beda dari anak lainnya yang seusia dengannya.
Aku sangat senang kalo harus bisa mengantar pacarku untuk mengikuti terapi karena itu artinya aku bisa ketemu dengan Cecil. Meski di sisi lain aku juga sedih karena pacarku ngga kunjung sembuh. Tapi paling ngga dengan adanya Cecil, aku bisa melupakan sejenak kesedihanku itu.
Karena bete harus menunggu lama pacarku mengikuti terapi aku memutuskan untuk minum secangkir kopi di warung yang ada di depan Rumah Sakit. Di saat aku sedang menikmati secangkir kopi hangat, aku tanpa sengaja melihat gadis belia yang kumuh sedang bermain air got. Dia hanya sendiri.
“Hei, ngapain main air comberan?” tanya salah seorang penjual yang melihat aksinya.
Dia hanya menatap pemilik suara tersebut lalu berjalan menjauh. Dia hanya sendiri. Hati kecil ku bertanya, “kemana orang tua anak ini?”
Dengan buru-buru aku menghabiskan sisa kopi yang masih tersisa lalu membayar harga kopi itu dan langsung mengikuti langkah si bocah cantik itu.
Dia berjalan dengan langkah yang semangat sambil bernyanyi riang dan menari. Tiba-tiba dia berhenti dan menoleh ke arahku. Aku spontan menghentikan langkah kakiku. Dia tersenyum manis. Lalu dia menghampiriku.
“Kakak kenapa ikutin aku? Kakak mau lihat boneka aku ya? Nama kakak siapa?”
Astaga! Betapa ramahnya dia ama aku yang dia ngga kenal sama sekali. Apa dia ngga takut kalo gaku penculik anak?
“Kakak!” Sapaannya membuyarkan lamunanku.
Aku tersenyum kepadanya. Dia memegang tanganku.
“Kakak, namanya siapa?” tanyanya dengan senyuman manis yang menimbulkan lesung pipi di ujung kedua sisi bibirnya.
“Kak Dewantara. Kamu bisa panggil kakak dengan nama…..”
“Dewa?” potongnya cepat.
Aku hanya menganggukan kepalaku.
“Kakak mau ngga liahat bonekaku? Bonekaku lucu loh!”
“Emang bonekanya ada dimana?”
“Dirumah!”
“Kamu tinggal dimana?”
“Ikut aku aja kak. Nanti kakak akan tau! Maukan?” Ajaknya.
“Oke deh, tapi kakak ngga bisa lama-lama ya?”
“Okelah kalo begitu,” ucapnya sambil tertawa.
Aku berjalan berdampingan dengannya.
“Menarilah dan terus tertawa, walau dunia tak seindah surga….” suaranya yang merdu beralun menghiasi sore hari.
Aku terhenyak ketika melihat gubuk yang terbuat dari sisa seng bekas dan kayu tua yang membentuk seperti kotak besar. Disanalah Cecil tinggal bersama neneknya yang dimakan usia. Aku sendiri merasa itu bukan rumah. Bayangkan tingginya hanya satu meter dan ukurannya hanya 2×3 meter.
“Kak, aku tinggal disini ama nenek.” ucapnya tanpa malu.
Entah kenapa aku menangis.
Dia masuk lalu keluar lagi dengan sebuah boneka beruang kecil berwarna coklat.
“Kak, ini bonekaku. Kalo aku bobo pasti ditemanin ama boneka ini.”
Aku menyentuh boneka itu yang penuh dengan debu. Terdengar dari dalam suara neneknya yang batuk.
Astaga! Nenek tua yang harusnya menikmati masa tuanya harus ada ditempat yang seperti ini?
Berjalan dengan waktu, aku baru tau ternyata Kedua orang tua Cecil meninggal dunia karena kecelakaan. Dan dua bulan kemudian rumah mereka harus digusur. Satu-satunya tempat berteduh adalah gubuk kecil yang benar-benar tidak layak. Mereka hanya makan dari belas kasihan orang.
Aku memeluk Cecil. Di usianya yang masih kecil dia sudah harus merasakan kerasnya hidup ini. Karena sudah terbiasa dengan yang dialaminya makanya dia ngga merasa menderita. Dia menikmati apa yang harus dijalaninya. Dia bernyanyi dan menari. Menghafal lagu dari teman-temannya yang suka ngamen dan mereka tinggal ngga jauh dari gubuk tempatnya tinggal.
*********
Tiga minggu kemudian.
“Cecil, mau sekolah ngga?”
“Mau!” jawabnya dengan mata yang bersinar-sinar.
Cecil yang ada dihadapanku jauh berbeda dari yang pertama kali aku lihat. Dia suka mencium rambut panjangnya. Sejak aku membelikannya sabun mandi dan sampo, dia tidak terlihat kumul lagi. Dia suka mencium rambutnya yang berbau sampo. Sabun mandi dan sampo seperti barang yang sangat berharga baginya. Aku tidak pernah bertanya, kapan terakhir kali dia mandi dengan memakai sabun dan sampo. Minggu lalu aku mengajaknya ke mal untuk membelikannya baju. Aku ngga mau meberikannnya baju bekas atau kata orang baju layak pakai. Karena aku merasa dia adalah adikku sendiri. Hanya saja aku tidak bisa menampungnya karena orang tuaku tidak mengizinkan.
“Tapi Cecil ngga punya pencil buat nulis?”
“Nanti kakak akan belikan untuk kamu.”
“Baju juga? Sepatu juga kan?”
“Iya!”
“Tas warna pink juga ya kak?”
“Pasti kakak belikan deh.”
“Janji?”
“Kakak janji!” kataku lalu kedua jari kelingking kami saling menyatu.
Aku memeluknya lalu kemudian memangkunya. Aku meceritakan cerita dongeng untuknya. Cerita dongeng yang tak pernah didengarnya.
“Cecil kapan sekolahnya?” tanyanya setelah aku selesai mendongeng.
“Bulan depan.”
“Kenapa ngga besok aja?”
Aku harus memutar otakku untuk mencari jawaban yang tepat.
“Karena sekolahnya baru buka pendaftaran bulan depan.”
“Pendaftaran itu apa kak?”
“Mhmmm…Pendaftaran itu nama kamu dicatat di buku.” jawabku dengan kepala yang berat mencari kata-kata yang sederhana dan dimengerti olehnya.
“Kakak…Kenapa aku ngga boleh tinggal ama kakak? Aku disini kalo malam dingin loh! Apa lagi kalo hujan.”
Astaga! Lagi-lagi aku menangis.
“Nanti kalau kakak punya rumah sendiri, kamu bisa tinggal sama kakak.”
“Kapan?”
“Satu saat nanti…”
“Ow…”
Kami diam dengan pikiran kami masing-masing.
“Kak, kapan aku bisa pegang pensil?”
“Untuk apa?”
“Aku udah ngga sabar lagi untuk belajar menulis.”
“Besok sore. Ok?”
“Janji ya? Bohong itu dosa loh!”
“Janji!”
Entah kenapa, aku senang bisa bersama dengan Cecil. Tapi yang pasti aku bahagia bisa melihat senyumnya. Aku suka dengan kepolosannya.
**********
Keesokannya ketika aku menemani pacarku untuk ikut terapi seperti biasanya tanpa sengaja aku melihat sosok gadis kecil yang aku kenal. Gadis kecil yang sedang dibawa ke UGD. Aku mencoba memastikan apa yang aku lihat.
Rasanya langit seperti runtuh dan menimpaku. Itu Cecil. Tangan kanannya penuh dengan darah. Belakangan aku baru tau kalau dia kecelakaan dan tangan kanannya terlindas ban truk sehingga dia harus diamputasi.
Kantong plastik yang berisi tas pink dan perlengkapan tulis terlepas dari tanganku. Masih terngiang dikepalaku percakapan kami kemaren.
“Kak, kapan aku bisa pegang pensil?”
“Untuk apa?”
“Aku udah ngga sabar lagi untuk belajar menulis.”
Ketika aku menjenguknya dengan pacarku keesokan harinya, aku melihat tubuh mungilnya terbaring dengan lemah. Tangan kanannya yang buntung dibalut perban. Betapa mirisnya hatiku melihat perban itu. Aku melihat tubuhnya yang pucat dan menahan rasa sakit diantara selang infus yang masih terpasang ditubuhnya.
Aku mengumpulkan semua kekuatanku hanya untuk menyapanya.
“Hallo, Cecil?”
Aku duduk di sisinya. Aku membelai rambutnya.
“Kak, tangan Cecil sakit sekali. Tangan Cecil kenapa dipotong? Kan Cecil mau nulis?”
Aku mencoba untuk menahan air mataku untuk tidak jatuh membasahi pipiku. Aku tidak boleh menangis didepan Cecil.
“Cecil pasti sembuh!” kata pacarku mencoba menghiburnya.
“Kalo Cecil sembuh itu artinya tangan Cecil tumbuh lagi ya?”
Pacarku yang berdiri dibelakangku memegang erat pundakku. Hanya Tuhan yang tau betapa perihnya hati ini melihat keadaan Cecil.
“Iya, Cecil lupa. Cecilkan bisa menulis pakai tangan kiri.” Ucapnya dengan senyuman.
Aku tidak bisa menahan air mataku untuk tidak jatuh. Aku juga merasakan tetesan air mata pacarku jatuh membasahi bahuku. Aku ngga bisa membayangkan kalo aku mengalami apa yang dialaminya. Aku mungkin bisa gila! Tapi berbeda dengan Cecil. Dia tetap optimis meski dia sendiri tidak tau arti optimis itu apa.
“Nanti kakak akan ajarin kamu menulis ya!”
“Kapan?” tanyanya.
“Kalau kamu sembuh nanti.”
“Kakak, udah belikan aku pensil?”
“Udah. Warnanya warna pink loh!”
“Kakak kenapa menangis? Aku aja yang kecil ngga nangis.”
Aku cepat-cepat menghapus air mataku demikian juga pacarku.
“Aku mau nyanyi untuk kakak, bolehkan?”
Aku hanya menganggukan kepala lau mengalunlah sebuah lagu milik Baim dan Melly Goeslaw dari bibirnya.
Awan Awan Menghitam
Langit runtuhkan dunia
Saat aku tahu ternyata akhir ku tiba
Mengapa semua menangis
Padahal ku selalu tersenyum
Usap air matamu
Aku tak ingin ada kesedihan
Burung sampaikan nada pilu
Angin terbangkan rasa sedih
Jemput bahagia diharinya
Berikan dia hidup
Tuhan terserah mau-Mu
Aku ikut mau-Mu Tuhan
Ku catat semua ceritaku
Dalam harianku
************
TAMAT
http://fiksi.kompasiana.com/group/prosa/2010/07/08/pensil-untuk-cecilia/
Dewa Klasik Alexander
Aku paling senang melihat senyuman manisnya. Senyuman khas anak kecil yang polos dan lucu. Senyuman yang bisa membuat semua lelahku langsung hilang dan berganti dengan sejuta sukacita. Namanya Anastasia Cecilia. Aku sering memanggilnya dengan nama Cecil.
Kalo saja sore itu aku ngga nganterin pacarku ke salah satu Rumah Sakit yang ada di daerah Tangerang, mungkin aku ngga akan kenal dia. Mengenal Cecil merupakan salah satu anugerah bagi aku. Aku belajar banyak hal dari dia. Belajar tentang hidup! Meski usianya baru 7 tahun. Pacarku pernah cemburu karena aku keasyikan ngobrol dan bercanda dengannya. Anaknya menyenangkan dan beda dari anak lainnya yang seusia dengannya.
Aku sangat senang kalo harus bisa mengantar pacarku untuk mengikuti terapi karena itu artinya aku bisa ketemu dengan Cecil. Meski di sisi lain aku juga sedih karena pacarku ngga kunjung sembuh. Tapi paling ngga dengan adanya Cecil, aku bisa melupakan sejenak kesedihanku itu.
Karena bete harus menunggu lama pacarku mengikuti terapi aku memutuskan untuk minum secangkir kopi di warung yang ada di depan Rumah Sakit. Di saat aku sedang menikmati secangkir kopi hangat, aku tanpa sengaja melihat gadis belia yang kumuh sedang bermain air got. Dia hanya sendiri.
“Hei, ngapain main air comberan?” tanya salah seorang penjual yang melihat aksinya.
Dia hanya menatap pemilik suara tersebut lalu berjalan menjauh. Dia hanya sendiri. Hati kecil ku bertanya, “kemana orang tua anak ini?”
Dengan buru-buru aku menghabiskan sisa kopi yang masih tersisa lalu membayar harga kopi itu dan langsung mengikuti langkah si bocah cantik itu.
Dia berjalan dengan langkah yang semangat sambil bernyanyi riang dan menari. Tiba-tiba dia berhenti dan menoleh ke arahku. Aku spontan menghentikan langkah kakiku. Dia tersenyum manis. Lalu dia menghampiriku.
“Kakak kenapa ikutin aku? Kakak mau lihat boneka aku ya? Nama kakak siapa?”
Astaga! Betapa ramahnya dia ama aku yang dia ngga kenal sama sekali. Apa dia ngga takut kalo gaku penculik anak?
“Kakak!” Sapaannya membuyarkan lamunanku.
Aku tersenyum kepadanya. Dia memegang tanganku.
“Kakak, namanya siapa?” tanyanya dengan senyuman manis yang menimbulkan lesung pipi di ujung kedua sisi bibirnya.
“Kak Dewantara. Kamu bisa panggil kakak dengan nama…..”
“Dewa?” potongnya cepat.
Aku hanya menganggukan kepalaku.
“Kakak mau ngga liahat bonekaku? Bonekaku lucu loh!”
“Emang bonekanya ada dimana?”
“Dirumah!”
“Kamu tinggal dimana?”
“Ikut aku aja kak. Nanti kakak akan tau! Maukan?” Ajaknya.
“Oke deh, tapi kakak ngga bisa lama-lama ya?”
“Okelah kalo begitu,” ucapnya sambil tertawa.
Aku berjalan berdampingan dengannya.
“Menarilah dan terus tertawa, walau dunia tak seindah surga….” suaranya yang merdu beralun menghiasi sore hari.
Aku terhenyak ketika melihat gubuk yang terbuat dari sisa seng bekas dan kayu tua yang membentuk seperti kotak besar. Disanalah Cecil tinggal bersama neneknya yang dimakan usia. Aku sendiri merasa itu bukan rumah. Bayangkan tingginya hanya satu meter dan ukurannya hanya 2×3 meter.
“Kak, aku tinggal disini ama nenek.” ucapnya tanpa malu.
Entah kenapa aku menangis.
Dia masuk lalu keluar lagi dengan sebuah boneka beruang kecil berwarna coklat.
“Kak, ini bonekaku. Kalo aku bobo pasti ditemanin ama boneka ini.”
Aku menyentuh boneka itu yang penuh dengan debu. Terdengar dari dalam suara neneknya yang batuk.
Astaga! Nenek tua yang harusnya menikmati masa tuanya harus ada ditempat yang seperti ini?
Berjalan dengan waktu, aku baru tau ternyata Kedua orang tua Cecil meninggal dunia karena kecelakaan. Dan dua bulan kemudian rumah mereka harus digusur. Satu-satunya tempat berteduh adalah gubuk kecil yang benar-benar tidak layak. Mereka hanya makan dari belas kasihan orang.
Aku memeluk Cecil. Di usianya yang masih kecil dia sudah harus merasakan kerasnya hidup ini. Karena sudah terbiasa dengan yang dialaminya makanya dia ngga merasa menderita. Dia menikmati apa yang harus dijalaninya. Dia bernyanyi dan menari. Menghafal lagu dari teman-temannya yang suka ngamen dan mereka tinggal ngga jauh dari gubuk tempatnya tinggal.
*********
Tiga minggu kemudian.
“Cecil, mau sekolah ngga?”
“Mau!” jawabnya dengan mata yang bersinar-sinar.
Cecil yang ada dihadapanku jauh berbeda dari yang pertama kali aku lihat. Dia suka mencium rambut panjangnya. Sejak aku membelikannya sabun mandi dan sampo, dia tidak terlihat kumul lagi. Dia suka mencium rambutnya yang berbau sampo. Sabun mandi dan sampo seperti barang yang sangat berharga baginya. Aku tidak pernah bertanya, kapan terakhir kali dia mandi dengan memakai sabun dan sampo. Minggu lalu aku mengajaknya ke mal untuk membelikannya baju. Aku ngga mau meberikannnya baju bekas atau kata orang baju layak pakai. Karena aku merasa dia adalah adikku sendiri. Hanya saja aku tidak bisa menampungnya karena orang tuaku tidak mengizinkan.
“Tapi Cecil ngga punya pencil buat nulis?”
“Nanti kakak akan belikan untuk kamu.”
“Baju juga? Sepatu juga kan?”
“Iya!”
“Tas warna pink juga ya kak?”
“Pasti kakak belikan deh.”
“Janji?”
“Kakak janji!” kataku lalu kedua jari kelingking kami saling menyatu.
Aku memeluknya lalu kemudian memangkunya. Aku meceritakan cerita dongeng untuknya. Cerita dongeng yang tak pernah didengarnya.
“Cecil kapan sekolahnya?” tanyanya setelah aku selesai mendongeng.
“Bulan depan.”
“Kenapa ngga besok aja?”
Aku harus memutar otakku untuk mencari jawaban yang tepat.
“Karena sekolahnya baru buka pendaftaran bulan depan.”
“Pendaftaran itu apa kak?”
“Mhmmm…Pendaftaran itu nama kamu dicatat di buku.” jawabku dengan kepala yang berat mencari kata-kata yang sederhana dan dimengerti olehnya.
“Kakak…Kenapa aku ngga boleh tinggal ama kakak? Aku disini kalo malam dingin loh! Apa lagi kalo hujan.”
Astaga! Lagi-lagi aku menangis.
“Nanti kalau kakak punya rumah sendiri, kamu bisa tinggal sama kakak.”
“Kapan?”
“Satu saat nanti…”
“Ow…”
Kami diam dengan pikiran kami masing-masing.
“Kak, kapan aku bisa pegang pensil?”
“Untuk apa?”
“Aku udah ngga sabar lagi untuk belajar menulis.”
“Besok sore. Ok?”
“Janji ya? Bohong itu dosa loh!”
“Janji!”
Entah kenapa, aku senang bisa bersama dengan Cecil. Tapi yang pasti aku bahagia bisa melihat senyumnya. Aku suka dengan kepolosannya.
**********
Keesokannya ketika aku menemani pacarku untuk ikut terapi seperti biasanya tanpa sengaja aku melihat sosok gadis kecil yang aku kenal. Gadis kecil yang sedang dibawa ke UGD. Aku mencoba memastikan apa yang aku lihat.
Rasanya langit seperti runtuh dan menimpaku. Itu Cecil. Tangan kanannya penuh dengan darah. Belakangan aku baru tau kalau dia kecelakaan dan tangan kanannya terlindas ban truk sehingga dia harus diamputasi.
Kantong plastik yang berisi tas pink dan perlengkapan tulis terlepas dari tanganku. Masih terngiang dikepalaku percakapan kami kemaren.
“Kak, kapan aku bisa pegang pensil?”
“Untuk apa?”
“Aku udah ngga sabar lagi untuk belajar menulis.”
Ketika aku menjenguknya dengan pacarku keesokan harinya, aku melihat tubuh mungilnya terbaring dengan lemah. Tangan kanannya yang buntung dibalut perban. Betapa mirisnya hatiku melihat perban itu. Aku melihat tubuhnya yang pucat dan menahan rasa sakit diantara selang infus yang masih terpasang ditubuhnya.
Aku mengumpulkan semua kekuatanku hanya untuk menyapanya.
“Hallo, Cecil?”
Aku duduk di sisinya. Aku membelai rambutnya.
“Kak, tangan Cecil sakit sekali. Tangan Cecil kenapa dipotong? Kan Cecil mau nulis?”
Aku mencoba untuk menahan air mataku untuk tidak jatuh membasahi pipiku. Aku tidak boleh menangis didepan Cecil.
“Cecil pasti sembuh!” kata pacarku mencoba menghiburnya.
“Kalo Cecil sembuh itu artinya tangan Cecil tumbuh lagi ya?”
Pacarku yang berdiri dibelakangku memegang erat pundakku. Hanya Tuhan yang tau betapa perihnya hati ini melihat keadaan Cecil.
“Iya, Cecil lupa. Cecilkan bisa menulis pakai tangan kiri.” Ucapnya dengan senyuman.
Aku tidak bisa menahan air mataku untuk tidak jatuh. Aku juga merasakan tetesan air mata pacarku jatuh membasahi bahuku. Aku ngga bisa membayangkan kalo aku mengalami apa yang dialaminya. Aku mungkin bisa gila! Tapi berbeda dengan Cecil. Dia tetap optimis meski dia sendiri tidak tau arti optimis itu apa.
“Nanti kakak akan ajarin kamu menulis ya!”
“Kapan?” tanyanya.
“Kalau kamu sembuh nanti.”
“Kakak, udah belikan aku pensil?”
“Udah. Warnanya warna pink loh!”
“Kakak kenapa menangis? Aku aja yang kecil ngga nangis.”
Aku cepat-cepat menghapus air mataku demikian juga pacarku.
“Aku mau nyanyi untuk kakak, bolehkan?”
Aku hanya menganggukan kepala lau mengalunlah sebuah lagu milik Baim dan Melly Goeslaw dari bibirnya.
Awan Awan Menghitam
Langit runtuhkan dunia
Saat aku tahu ternyata akhir ku tiba
Mengapa semua menangis
Padahal ku selalu tersenyum
Usap air matamu
Aku tak ingin ada kesedihan
Burung sampaikan nada pilu
Angin terbangkan rasa sedih
Jemput bahagia diharinya
Berikan dia hidup
Tuhan terserah mau-Mu
Aku ikut mau-Mu Tuhan
Ku catat semua ceritaku
Dalam harianku
************
TAMAT
http://fiksi.kompasiana.com/group/prosa/2010/07/08/pensil-untuk-cecilia/
Mengapa Ingatan Wanita Lebih Kuat dari Pria
Ada dua hal yang menunjukkan ingatan wanita jauh lebih tajam dibandingkan pria.
VIVAnews - Wanita memiliki kemampuan luar biasa mengingat tiap kata dan suasana dibandingkan pria. Ada alasan dibalik fakta superioritas wanita dalam hal memori. Aliran darah yang mengaliri bagian otak tertentu pada wanita lebih banyak dibandingkan pria.
Marianne J. Legato, MD, pendiri Kemitraan Gender di Universitas Columbia mengungkap sistem tubuh pria dan wanita berbeda, termasuk pada otak. Jumlah darah yang mengalir ke pusat kontrol tertentu termasuk kontrol bahasa dan konsentrasi lebih tinggi pada wanita. Ditambah lagi, konsentrasi tinggi estrogen membuat ingatan wanita lebih tajam daripada pria.
Ada dua hal yang menunjukkan ingatan wanita jauh lebih maju dibandingkan pria, yaitu:
- Kata yang diucapkan
"Ini termasuk membacakan cerita dari buku-buku, serta argumen verbal," kata Dr Legato, penulis 'Why Men Never Remember and Women Never Forget' seperti dilansir Shine. Sehingga normal wanita mengingat lebih jelas dan mendetail. Kenangan yang 'dikemas' dengan baik lebih lama tersimpan dalam otak wanita juga berkat aliran darah ke otak.
- Kenangan tidak menyenangkan, menakutkan atau pengalaman yang membuat stres
Estrogen mengaktifkan bidang lebih besar di neuron otak wanita selama terjadinya pengalaman buruk atau menyedihkan. Dr Legato menjelaskan, pengalaman stres berdampak lebih merusak dan lebih dalam menimpa wanita.
"Dengan hanya mengingat sebuah insiden yang tidak menyenangkan bisa membawa kembali kesedihan yang pernah dialami wanita. Meskipun kejadiannya telah lama berlalu," tambah Dr Legato.
Namun, ada sisi positif dari ingatan ini. Wanita dipercaya menjadi saksi mata kejahatan dan kecelakaan yang lebih baik daripada pria. (umi)
• VIVAnews
Source : http://kosmo.vivanews.com/news/read/164175-mengapa-ingatan-wanita-lebih-kuat-dari-pria
VIVAnews - Wanita memiliki kemampuan luar biasa mengingat tiap kata dan suasana dibandingkan pria. Ada alasan dibalik fakta superioritas wanita dalam hal memori. Aliran darah yang mengaliri bagian otak tertentu pada wanita lebih banyak dibandingkan pria.
Marianne J. Legato, MD, pendiri Kemitraan Gender di Universitas Columbia mengungkap sistem tubuh pria dan wanita berbeda, termasuk pada otak. Jumlah darah yang mengalir ke pusat kontrol tertentu termasuk kontrol bahasa dan konsentrasi lebih tinggi pada wanita. Ditambah lagi, konsentrasi tinggi estrogen membuat ingatan wanita lebih tajam daripada pria.
Ada dua hal yang menunjukkan ingatan wanita jauh lebih maju dibandingkan pria, yaitu:
- Kata yang diucapkan
"Ini termasuk membacakan cerita dari buku-buku, serta argumen verbal," kata Dr Legato, penulis 'Why Men Never Remember and Women Never Forget' seperti dilansir Shine. Sehingga normal wanita mengingat lebih jelas dan mendetail. Kenangan yang 'dikemas' dengan baik lebih lama tersimpan dalam otak wanita juga berkat aliran darah ke otak.
- Kenangan tidak menyenangkan, menakutkan atau pengalaman yang membuat stres
Estrogen mengaktifkan bidang lebih besar di neuron otak wanita selama terjadinya pengalaman buruk atau menyedihkan. Dr Legato menjelaskan, pengalaman stres berdampak lebih merusak dan lebih dalam menimpa wanita.
"Dengan hanya mengingat sebuah insiden yang tidak menyenangkan bisa membawa kembali kesedihan yang pernah dialami wanita. Meskipun kejadiannya telah lama berlalu," tambah Dr Legato.
Namun, ada sisi positif dari ingatan ini. Wanita dipercaya menjadi saksi mata kejahatan dan kecelakaan yang lebih baik daripada pria. (umi)
• VIVAnews
Source : http://kosmo.vivanews.com/news/read/164175-mengapa-ingatan-wanita-lebih-kuat-dari-pria
Mana Duluan, Ayam atau Telur? Ini Jawabnya!
Dunia
Mana Duluan, Ayam atau Telur? Ini Jawabnya!
Saat sarapan telur, Anda sedang menyaksikan salah satu material luar biasa di dunia.
VIVAnews - Para ilmuwan berhasil menjawab salah satu tebak-tebakan tertua di dunia, mana yang lebih dulu, ayam, atau telur?
Melalui komputer super, tim dari Universitas Sheffield dan Warwick, Inggris menemukan jawabannya. Apakah itu? Ayam.
Kepada laman Harian The Sun, ketua tim peneliti menjelaskan bagaimana mereka berhasil memecahkan teka-teki tersebut.
"Apa yang kami temukan adalah 'kecelakaan' yang menyenangkan. Awalnya, tujuan penelitian kami adalah menemukan bagaimana binatang membuat cangkang telur."
Menurutnya, selama ini, masyarakat telah menganggap remeh ayam. Kami tidak menyadari proses luar biasa yang ditunjukan para ayam dalam proses pembuatan telur.
"Sadarkah Anda, ketika memecahkan kulit telur rebus di pagi hari, Anda sedang menyaksikan salah satu material luar biasa di dunia."
Cangkang telur memiliki kekuatan sangat luar biasa, meski beratnya sangat ringan. Manusia tak bisa membuat benda seperti itu, bahkan yang mendekatinya.
"Masalahnya, kita tak tahu bagaimana ayam membuat cangkangnya."
Tim peneliti lalu menggunakan komputer super milik Dewan Riset Sains Inggris (UK Science Research Council) yang berbasis di Edinburgh. Komputer itu dinamakan HECToR (High End Computing Terascale Resource).
"Kami ingin menelusuri bagaimana telur terbentuk, dengan melihat proses detail telur secara mikroskopis."
Yang pertama dicari adalah, mengetahui 'resep' yang digunakan ayam untuk membuat cangkang telur.
"Dengan bantuan komputer canggih, Kami memecahkan masalah ini selama berminggu-minggu. Sementara, ayam bisa menyusun cangkang itu hanya dalam semalam."
Lucunya, pemilihan cangkang telur ayam sebagai fokus penelitian benar-benar tak disengaja. Para peneliti memilih telur ayam karena proteinnya sederhana untuk ditelaah.
Namun hasilnya ternyata sangat mengejutkan. "Kami memecahkan teka-teki sepanjang masa. Ini mengagumkan."
Hasilnya, ditemukan protein khusus yang ada di tubuh ayam. Protein itu adalah adalah 'tukang bangunan' tanpa lelah, menyusun bagian-bagian cangkang mikroskopis membentuk cangkang telur.
Protein itu menginisiasi proses pembentukan cangkang sebelum menyusun bagian telur yang lain.
Tanpa protein pembangun tersebut, telur tak mungkin terbentuk. Dan, protein itu hanya ditemukan di rahim ayam. "Itu berati ayam ada duluan sebelum telur."
Tapi, dari mana ayam berasal?
Beberapa teori mengatakan, nenek moyang ayam menciptakan telur zaman Dinosaurus.
"Penemuan kami sangat potensial. Sebab, cangkang telur dibentuk dari banyak kristal kecil. Kita bisa menggunakan informasi ini untuk mengetahui cara membuat dan menghancurkan struktur kristal lainnya."
Sebagai contoh, untuk menghilangkan kerak di ceret maupun pipa. Penelitian ini juga berimplikasi medis.
"Karena tubuh kita menggunakan metode yang sama untuk membuat gigi dan tulang, kita bisa belajar lebih banyak tentang bagaimana membangun kembali tulang manusia." (adi)
• VIVAnews
Melalui komputer super, tim dari Universitas Sheffield dan Warwick, Inggris menemukan jawabannya. Apakah itu? Ayam.
Kepada laman Harian The Sun, ketua tim peneliti menjelaskan bagaimana mereka berhasil memecahkan teka-teki tersebut.
"Apa yang kami temukan adalah 'kecelakaan' yang menyenangkan. Awalnya, tujuan penelitian kami adalah menemukan bagaimana binatang membuat cangkang telur."
Menurutnya, selama ini, masyarakat telah menganggap remeh ayam. Kami tidak menyadari proses luar biasa yang ditunjukan para ayam dalam proses pembuatan telur.
"Sadarkah Anda, ketika memecahkan kulit telur rebus di pagi hari, Anda sedang menyaksikan salah satu material luar biasa di dunia."
Cangkang telur memiliki kekuatan sangat luar biasa, meski beratnya sangat ringan. Manusia tak bisa membuat benda seperti itu, bahkan yang mendekatinya.
"Masalahnya, kita tak tahu bagaimana ayam membuat cangkangnya."
Tim peneliti lalu menggunakan komputer super milik Dewan Riset Sains Inggris (UK Science Research Council) yang berbasis di Edinburgh. Komputer itu dinamakan HECToR (High End Computing Terascale Resource).
"Kami ingin menelusuri bagaimana telur terbentuk, dengan melihat proses detail telur secara mikroskopis."
Yang pertama dicari adalah, mengetahui 'resep' yang digunakan ayam untuk membuat cangkang telur.
"Dengan bantuan komputer canggih, Kami memecahkan masalah ini selama berminggu-minggu. Sementara, ayam bisa menyusun cangkang itu hanya dalam semalam."
Lucunya, pemilihan cangkang telur ayam sebagai fokus penelitian benar-benar tak disengaja. Para peneliti memilih telur ayam karena proteinnya sederhana untuk ditelaah.
Namun hasilnya ternyata sangat mengejutkan. "Kami memecahkan teka-teki sepanjang masa. Ini mengagumkan."
Hasilnya, ditemukan protein khusus yang ada di tubuh ayam. Protein itu adalah adalah 'tukang bangunan' tanpa lelah, menyusun bagian-bagian cangkang mikroskopis membentuk cangkang telur.
Protein itu menginisiasi proses pembentukan cangkang sebelum menyusun bagian telur yang lain.
Tanpa protein pembangun tersebut, telur tak mungkin terbentuk. Dan, protein itu hanya ditemukan di rahim ayam. "Itu berati ayam ada duluan sebelum telur."
Tapi, dari mana ayam berasal?
Beberapa teori mengatakan, nenek moyang ayam menciptakan telur zaman Dinosaurus.
"Penemuan kami sangat potensial. Sebab, cangkang telur dibentuk dari banyak kristal kecil. Kita bisa menggunakan informasi ini untuk mengetahui cara membuat dan menghancurkan struktur kristal lainnya."
Sebagai contoh, untuk menghilangkan kerak di ceret maupun pipa. Penelitian ini juga berimplikasi medis.
"Karena tubuh kita menggunakan metode yang sama untuk membuat gigi dan tulang, kita bisa belajar lebih banyak tentang bagaimana membangun kembali tulang manusia." (adi)
• VIVAnews
Ibu Termuda, Melahirkan di Usia 5 Tahun
Bocah itu menyandang status ibu dengan perbedaan usia hanya 5 tahun dengan anaknya.
VIVAnews - Mendengar seorang bocah usia lima tahun mengandung rasanya mustahil. Tapi kasus itu nyata menimpa seorang anak asal Peru bernama Lina Medina.
Peristiwa terjadi pada awal tahun 1939. Kala itu, Lina yang tinggal di kaki bukit Andes terpaksa dibawa ke rumah sakit karena bagian perut dan payudara terus membesar di usianya yang masih lima tahun.
Dr Geraldo Lozada, yang melakukan penanganan, awalnya mengira Lina menderita tumor. Namun, pemeriksaan lebih lanjut menunjukkan adanya janin yang tumbuh di perut bocah kelahiran 27 September 1933 itu. Usia janin sudah delapan bulan.
Satu setengah bulan kemudian tepatnya pada 14 Mei 1939, Lina melahirkan bayinya melalui operasi caecar di sebuah rumah sakit di Lima, Peru. Persalinan berjalan lancar. Lina melahirkan bayi laki-laki seberat 2,7 kilogram bernama Gerardo.
Seperti penuturan Dr Edmundo Escomel kepada La Presse Medicale, Lina menderita gangguan hormonal. Ia mengalami pubertas yang ditandai dengan menstruasi sejak usia delapan bulan. Pada usia empat tahun, payudaranya pun sudah tumbuh layaknya gadis remaja.
Tidak dijelaskan siapa yang menghamili Lina. Ayahnya sempat ditahan karena atas tuduhan pemerkosaan. Namun, akhirnya dibebaskan karena kurang alat bukti. Sementara Gerardo baru mengenai kisahnya saat usia 10 tahun. Sebelumnya, Gerardo mengenal Lina sebagai kakaknya.
Lina dan Gerardo tumbuh normal. Lina kemudian menikah dan memiliki dua anak lagi. Sedangkan Gerardo meninggal di usia 40 tahun akibat penyakit sumsum tulang.
Seperti dikutip Time, kasus kehamilan di usia anak memang langka. Namun, pada November 1957 kasus serupa juga terjadi di negara yang sama. Seorang bocah berusia sembilan tahun, Hilda Trujillo, melahirkan bayinya melalui proses normal di Lima Maternity Hospital. Hilda hamil setelah diperkosa ayahnya.
Source : http://kosmo.vivanews.com/news/read/164072-ibu-termuda--melahirkan-di-usia-5-tahun
VIVAnews - Mendengar seorang bocah usia lima tahun mengandung rasanya mustahil. Tapi kasus itu nyata menimpa seorang anak asal Peru bernama Lina Medina.
Peristiwa terjadi pada awal tahun 1939. Kala itu, Lina yang tinggal di kaki bukit Andes terpaksa dibawa ke rumah sakit karena bagian perut dan payudara terus membesar di usianya yang masih lima tahun.
Dr Geraldo Lozada, yang melakukan penanganan, awalnya mengira Lina menderita tumor. Namun, pemeriksaan lebih lanjut menunjukkan adanya janin yang tumbuh di perut bocah kelahiran 27 September 1933 itu. Usia janin sudah delapan bulan.
Satu setengah bulan kemudian tepatnya pada 14 Mei 1939, Lina melahirkan bayinya melalui operasi caecar di sebuah rumah sakit di Lima, Peru. Persalinan berjalan lancar. Lina melahirkan bayi laki-laki seberat 2,7 kilogram bernama Gerardo.
Seperti penuturan Dr Edmundo Escomel kepada La Presse Medicale, Lina menderita gangguan hormonal. Ia mengalami pubertas yang ditandai dengan menstruasi sejak usia delapan bulan. Pada usia empat tahun, payudaranya pun sudah tumbuh layaknya gadis remaja.
Tidak dijelaskan siapa yang menghamili Lina. Ayahnya sempat ditahan karena atas tuduhan pemerkosaan. Namun, akhirnya dibebaskan karena kurang alat bukti. Sementara Gerardo baru mengenai kisahnya saat usia 10 tahun. Sebelumnya, Gerardo mengenal Lina sebagai kakaknya.
Lina dan Gerardo tumbuh normal. Lina kemudian menikah dan memiliki dua anak lagi. Sedangkan Gerardo meninggal di usia 40 tahun akibat penyakit sumsum tulang.
Seperti dikutip Time, kasus kehamilan di usia anak memang langka. Namun, pada November 1957 kasus serupa juga terjadi di negara yang sama. Seorang bocah berusia sembilan tahun, Hilda Trujillo, melahirkan bayinya melalui proses normal di Lima Maternity Hospital. Hilda hamil setelah diperkosa ayahnya.
Source : http://kosmo.vivanews.com/news/read/164072-ibu-termuda--melahirkan-di-usia-5-tahun
Nenek 70 Tahun Lahirkan Bayi Kembar
Rabu, 11 Agustus 2010
Padahal, wanita umumnya kehilangan masa subur atau menopause di usia senja.
VIVAnews - Mendengar wanita usia 70 tahun melahirkan rasanya mustahil. Selain umumnya telah kehilangan masa subur atau menopause, wanita usia lanjut juga berisiko tinggi mengalami kematian saat melahirkan. Tapi nyatanya, itu menimpa Omkari Panwar dan Rajo Devi Lohan.
Dua wanita asal India itu berhasil melalui proses persalinan dengan selamat di usianya yang telah menyentuh angka 70 tahun. Mereka hamil melalui program bayi tabung.
Seperti dikutip dari laman Daily Mail, Panwar sengaja menjual ternak, menggadaikan sawah, berutang, dan menghabiskan seluruh uang tabungan demi mendapatkan anak laki-laki sebagai pewaris keluarga. Padahal kala itu, ia sudah memiliki lima cucu dari dua anak perempuannya.
Namun, segala pengorbanannya terbayar dengan kelahiran anak kembar dampit, laki-laki dan perempuan, pada 2008 silam. Ia menjalani persalinan melalui operasi caesar di Muzaffarnagar. "Saya bukan dalam rangka mencari sensasi menjadi wanita hamil tertua di dunia," kata wanita yang berjuang agar dapat memberikan ASI eksklusif selama tiga tahun.
Sedangkan laman Guardian mengungkap perjuangan Lohan memiliki anak. Tepat di usia 70 tahun Lohan akhirnya berhasil memiliki keturunan dari rahimnya pada 2009. "Saya menunggu selama 40 tahun untuk mendapatkan keturunan," ujarnya. "Sungguh hadiah dari Tuhan.

Lohan bersama suami dan anak (Guardian)
Nisha Malik, seorang ginekolog yang membantu persalinan Panwar mengatakan kasus semacam itu sangat langka. "Saya saja terperangah saat Panwar mengatakan bahwa dirinya hamil karena selama berkarier di dunia kedokteran belum pernah mendengat kasus semacam itu.
Source : http://kosmo.vivanews.com/news/read/165875-nenek-70-tahun-lahirkan-bayi-kembar
Padahal, wanita umumnya kehilangan masa subur atau menopause di usia senja.
VIVAnews - Mendengar wanita usia 70 tahun melahirkan rasanya mustahil. Selain umumnya telah kehilangan masa subur atau menopause, wanita usia lanjut juga berisiko tinggi mengalami kematian saat melahirkan. Tapi nyatanya, itu menimpa Omkari Panwar dan Rajo Devi Lohan.
Dua wanita asal India itu berhasil melalui proses persalinan dengan selamat di usianya yang telah menyentuh angka 70 tahun. Mereka hamil melalui program bayi tabung.
Seperti dikutip dari laman Daily Mail, Panwar sengaja menjual ternak, menggadaikan sawah, berutang, dan menghabiskan seluruh uang tabungan demi mendapatkan anak laki-laki sebagai pewaris keluarga. Padahal kala itu, ia sudah memiliki lima cucu dari dua anak perempuannya.
Namun, segala pengorbanannya terbayar dengan kelahiran anak kembar dampit, laki-laki dan perempuan, pada 2008 silam. Ia menjalani persalinan melalui operasi caesar di Muzaffarnagar. "Saya bukan dalam rangka mencari sensasi menjadi wanita hamil tertua di dunia," kata wanita yang berjuang agar dapat memberikan ASI eksklusif selama tiga tahun.
Sedangkan laman Guardian mengungkap perjuangan Lohan memiliki anak. Tepat di usia 70 tahun Lohan akhirnya berhasil memiliki keturunan dari rahimnya pada 2009. "Saya menunggu selama 40 tahun untuk mendapatkan keturunan," ujarnya. "Sungguh hadiah dari Tuhan.
Lohan bersama suami dan anak (Guardian)
Nisha Malik, seorang ginekolog yang membantu persalinan Panwar mengatakan kasus semacam itu sangat langka. "Saya saja terperangah saat Panwar mengatakan bahwa dirinya hamil karena selama berkarier di dunia kedokteran belum pernah mendengat kasus semacam itu.
Source : http://kosmo.vivanews.com/news/read/165875-nenek-70-tahun-lahirkan-bayi-kembar
Kedaulatan Informasi
Rabu, 11 Agustus 2010
Saya menyukai artikel ini makanya ikut saya share di blog saya ini...dan terima kasih buat yang punya artikel.
Dunia kini telah memasuki abad informasi. Tidak terlalu berlebihan jika dikatakan seberapa jauh kita dapat survive di era ini ditentukan dari seberapa cepat kita dapat menyerap banjir informasi yang ada. Dapat pula dikatakan bahwa siapa yang akan menjadi pemimpin baik di dalam komunitas maupun di dalam persaingan adalah mereka yang memiliki perbendaharaan informasi paling banyak.
Sejak 1927 majalah TIME menampilkan tokoh-tokoh dunia dalam Person Of The Year-nya. Beberapa nama yang sempat muncul adalah tokoh-tokoh seperti Martin Luther King, Jr (1964), Ayatollah Khomeini (1979), sampai Bono, Bill, dan Melinda Gates (2005). Tapi, pada tahun 2006 majalah TIME yang semestinya menampilkan seorang tokoh tidak memajang foto siapa pun sebagai Person Of The Year-nya. Pada sampul halaman depannya terpajang gambar komputer dengan bertuliskan “YOU” pada monitornya.
“YOU”. Anda. Kita semua adalah orang-orang yang layak dinobatkan sebagai person of the year. Bukannya artis, selebritis, aktivis, atau presiden. Publik, khalayak, rakyat, komunitas, masyarakat, orang-orang kebanyakan kini dapat beralih dari orang yang biasa-biasa menjadi orang-orang penting. Semenjak abad informasi publik bukan lagi khalayak yang mengambang, kosong, dan tidak mengerti apa-apa. Publik semestinya menjadi pemilik kuasa, kekuatan, dan kedaulatan itu sendiri.
Para futurolog seperti Alvin Toeffler, John C Naisbitt, sampai Francis Fukuyama semenjak tahun ‘80-an telah meramalkan transformasi masyarakat dunia dari masyarakat industri menjadi masyarakat informasi. Janji dari wacana masyarakat informasi adalah meningkatnya kesejahteraan masyarakat sebab distribusi informasi di dalam masyarakat tersebar secara merata.
Kita ketahui dalam ilmu ekonomi distribusi informasi merupakan salah satu faktor yang menentukan efisiensi pasar. Selain itu dalam masyarakat Informasi akan terjadi demokratisasi. Hal ini juga merupakan harapan akan peningkatan-peningkatan good governance dalam skala makro maupun mikro yang juga mendukung penciptaan kesejahteraan.
Distribusi Informasi untuk Kesejahteraan
Hasil regresi data dari berbagai negara oleh Bank Dunia menunjukkan hubungan antara akumulasi pengetahuan yang diwakili indeks ekonomi pengetahuan (IEP) dan GDP per kapita. Kurvanya berbentuk eksponensial. Itu menjelaskan pertambahan akumulasi pengetahuan di sebuah negara akan menyebabkan GDP per kapita naik sangat cepat. Masyarakat informasi menjanjikan harapan keluarnya masyarakat dari kemiskinan dan kesengsaraan.
Chan dan Dalman mengumpulkan data-data menarik seputar kaitan antara peningkatan kualitas sumber daya manusia suatu negara yang salah satu faktornya dipengaruhi oleh menyebarnya informasi. Bila jumlah artikel pada jurnal internasional naik 1% akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi 0,22%. Dalam hal sarana teknologi informasi dan komunikasi. Bila jumlah komputer yang tersedia bertambah 100% pertumbuhan ekonomi akan meningkat 0,54%.
Peningkatan jumlah pengguna internet menjadi dua kali lipat akan meningkatkan 0,27% pertumbuhan ekonomi. Selain itu bila jumlah telepon ditambah 100% pertumbuhan ekonomi akan naik 0,55%. Tak heran jika seluruh dunia berupaya mengejar ketertinggalan teknologi lewat proyek-proyek digitalisasi seperti e-government, e-learning, e-banking, segala macam e-revolution agar akses informasi semakin mudah sehingga kesejahteraan semakin berkembang.
Kedaulatan informasi belum tentu tercapai secara sempurna dari sebab adanya pemerataan distribusi informasi. Kedaulatan informasi bisa terkendala oleh berhentinya khalayak sebagai konsumen informasi semata. Masyarakat tidak memperoleh benefit lebih yang semestinya dari informasi yaitu mengartikulasikan dan mengelaborasikannya menjadi “knowledge” lalu metransformasikan menjadi kesejahteraan sosial sebab mereka berhenti pada tahap konsumsi informasi semata.
Belum lagi ditambah tingkah polah para politisi dan kapitalis yang menguasai sumber daya informasi yang mengaturnya demi kepentingan politik dan bisnis semata. Hal-hal yang terakhir ini berpotensi menyeret masyarakat pada konsumsi informasi yang tidak bernilai tambah seperti pornografi, gossip, isu-isu sara yang memecah belah dan sebagainya.
Informasi Menjadi Knowledge
Informasi sendiri erat kaitannya dengan pengetahuan (knowledge). Shannon mengatakan bahwa informasi adalah sesuatu yang membuat pengetahuan kita berubah yang secara logis mensahkan perubahan. Memperkuat atau menemukan hubungan yang ada pada pengetahuan yang kita miliki.
Menurut Drucker, di era ‘knowledge society’ pengetahuan bukan semata sebagai salah satu sumber daya (a resource) bersama faktor-faktor produksi tradisional lain seperti buruh, tanah, dan modal. Melainkan satu-satunya sumber daya (the only resource). Toffler menyebut pengetahuan sebagai pengganti seluruh sumber daya dan merupakan sumber kekuasaan tertinggi dan kunci bagi pergeseran kekuasaan (power-shift).
Quinn menekankan bahwa kekuatan sebuah perusahaan tidak lagi terletak pada aset-aset kasat mata. Melainkan pada yang non-kasat mata (knowledge-based intangibles), karenanya kemampuan mengelola aset non-kasat mata ini merupakan keahlian yang sangat dibutuhkan oleh para eksekutif di era ini.
Sudah saatnya masyarakat Indonesia jika ingin survive di abad informasi ini harus beralih dari Knowledge Consumer kepada Knowledge Producer. Menciptakan knowledge menjadi penting untuk menghalau segala kemungkinan inefisiensi yang terjadi akibat beredarnya informasi-informasi yang tidak bernilai tambah.
Penciptaan Knowledge untuk Berinovasi
Penciptaan knowledge juga erat kaitannya dengan inovasi. Inovasi adalah harga yang harus dibayar untuk bisa bertahan menghadapi persaingan. Indonesia yang telah terlanjur memasuki AC-FTA dan menghadapi gerbang globalisasi perdagangan yang semakin terbuka harus mendorong budaya berinovasi demi bertahan dalam persaingan dan selanjutnya menjadi pemimpin persaingan.
Inovasi bukan hanya milik negara maju. Inovasi adalah senjata bagi negara berkembang untuk mengakali keterbatasan. Ketajaman dan frekuensi inovasi berbanding lurus dengan penciptaan knowledge. Semakin banyak penciptaan pengetahuan baru semakin tajam kehandalan berinovasi.
Penciptaan knowledge harus memperhatikan beberapa aspek. Isu yang marak belakangan ini adalah duplikasi atau pun plagiarisme dalam menciptakan karya akademis sebagai salah satu bentuk knowledge creation. Dunia akademis jangan sampai dibiarkan tercoreng oleh sarjana-sarhana palsu yang karyanya adalah hasil plagiat. Untuk meghindari itu harus dibangun adanya kejujuran dan niat yang tulus dalam menuntut ilmu.
Sistem pendidikan sedikit banyak berperan dalam membentuk watak peserta didik bangsa yang memiliki kesadaran akan jiwa pembelajar yang tulus dan memiliki itikad kontribusi bagi bangsa. Bukan itikad untuk semata mecari keuntungan pragmatis.
Citizen journalism yang saat ini berkembang terutama berkat adanya web 2.0 merupakan tren yang positif untuk mengembangkan kultur knowledge production. Hal ini selain harus dipagari dari hal-hal yang tidak mendatangkan nilai tambah seperti isu SARA yang memcah belah, pornografi, gosip, kekerasan, dan lain sebagainya juga harus distimulus melalui penciptaan sarana dan prasarana oleh Kementrian Kominfo.
Abad informasi yang menuntun pada akses informasi yang merata membawa pada kedaulatan informasi di tangan khalayak. Akses informasi yang merata belum cukup untuk mendatangkan kesejahteraan sosial jika masyarakat hanya bertindak sebagai konsumen informasi. Terlebih jika informasi yang diakses adalah informasi yang tidak bernilai tambah. Masyarakat harus mentransformasikan informasi menjadi knowledge. Selanjutnya menjadi pencipta knowledge. Penciptaan knowledge berkaitan dengan kultur inovasi yang sangat diperlukan untuk menghadapi persaingan.
Oleh :
Saya menyukai artikel ini makanya ikut saya share di blog saya ini...dan terima kasih buat yang punya artikel.
Dunia kini telah memasuki abad informasi. Tidak terlalu berlebihan jika dikatakan seberapa jauh kita dapat survive di era ini ditentukan dari seberapa cepat kita dapat menyerap banjir informasi yang ada. Dapat pula dikatakan bahwa siapa yang akan menjadi pemimpin baik di dalam komunitas maupun di dalam persaingan adalah mereka yang memiliki perbendaharaan informasi paling banyak.
Sejak 1927 majalah TIME menampilkan tokoh-tokoh dunia dalam Person Of The Year-nya. Beberapa nama yang sempat muncul adalah tokoh-tokoh seperti Martin Luther King, Jr (1964), Ayatollah Khomeini (1979), sampai Bono, Bill, dan Melinda Gates (2005). Tapi, pada tahun 2006 majalah TIME yang semestinya menampilkan seorang tokoh tidak memajang foto siapa pun sebagai Person Of The Year-nya. Pada sampul halaman depannya terpajang gambar komputer dengan bertuliskan “YOU” pada monitornya.
“YOU”. Anda. Kita semua adalah orang-orang yang layak dinobatkan sebagai person of the year. Bukannya artis, selebritis, aktivis, atau presiden. Publik, khalayak, rakyat, komunitas, masyarakat, orang-orang kebanyakan kini dapat beralih dari orang yang biasa-biasa menjadi orang-orang penting. Semenjak abad informasi publik bukan lagi khalayak yang mengambang, kosong, dan tidak mengerti apa-apa. Publik semestinya menjadi pemilik kuasa, kekuatan, dan kedaulatan itu sendiri.
Para futurolog seperti Alvin Toeffler, John C Naisbitt, sampai Francis Fukuyama semenjak tahun ‘80-an telah meramalkan transformasi masyarakat dunia dari masyarakat industri menjadi masyarakat informasi. Janji dari wacana masyarakat informasi adalah meningkatnya kesejahteraan masyarakat sebab distribusi informasi di dalam masyarakat tersebar secara merata.
Kita ketahui dalam ilmu ekonomi distribusi informasi merupakan salah satu faktor yang menentukan efisiensi pasar. Selain itu dalam masyarakat Informasi akan terjadi demokratisasi. Hal ini juga merupakan harapan akan peningkatan-peningkatan good governance dalam skala makro maupun mikro yang juga mendukung penciptaan kesejahteraan.
Distribusi Informasi untuk Kesejahteraan
Hasil regresi data dari berbagai negara oleh Bank Dunia menunjukkan hubungan antara akumulasi pengetahuan yang diwakili indeks ekonomi pengetahuan (IEP) dan GDP per kapita. Kurvanya berbentuk eksponensial. Itu menjelaskan pertambahan akumulasi pengetahuan di sebuah negara akan menyebabkan GDP per kapita naik sangat cepat. Masyarakat informasi menjanjikan harapan keluarnya masyarakat dari kemiskinan dan kesengsaraan.
Chan dan Dalman mengumpulkan data-data menarik seputar kaitan antara peningkatan kualitas sumber daya manusia suatu negara yang salah satu faktornya dipengaruhi oleh menyebarnya informasi. Bila jumlah artikel pada jurnal internasional naik 1% akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi 0,22%. Dalam hal sarana teknologi informasi dan komunikasi. Bila jumlah komputer yang tersedia bertambah 100% pertumbuhan ekonomi akan meningkat 0,54%.
Peningkatan jumlah pengguna internet menjadi dua kali lipat akan meningkatkan 0,27% pertumbuhan ekonomi. Selain itu bila jumlah telepon ditambah 100% pertumbuhan ekonomi akan naik 0,55%. Tak heran jika seluruh dunia berupaya mengejar ketertinggalan teknologi lewat proyek-proyek digitalisasi seperti e-government, e-learning, e-banking, segala macam e-revolution agar akses informasi semakin mudah sehingga kesejahteraan semakin berkembang.
Kedaulatan informasi belum tentu tercapai secara sempurna dari sebab adanya pemerataan distribusi informasi. Kedaulatan informasi bisa terkendala oleh berhentinya khalayak sebagai konsumen informasi semata. Masyarakat tidak memperoleh benefit lebih yang semestinya dari informasi yaitu mengartikulasikan dan mengelaborasikannya menjadi “knowledge” lalu metransformasikan menjadi kesejahteraan sosial sebab mereka berhenti pada tahap konsumsi informasi semata.
Belum lagi ditambah tingkah polah para politisi dan kapitalis yang menguasai sumber daya informasi yang mengaturnya demi kepentingan politik dan bisnis semata. Hal-hal yang terakhir ini berpotensi menyeret masyarakat pada konsumsi informasi yang tidak bernilai tambah seperti pornografi, gossip, isu-isu sara yang memecah belah dan sebagainya.
Informasi Menjadi Knowledge
Informasi sendiri erat kaitannya dengan pengetahuan (knowledge). Shannon mengatakan bahwa informasi adalah sesuatu yang membuat pengetahuan kita berubah yang secara logis mensahkan perubahan. Memperkuat atau menemukan hubungan yang ada pada pengetahuan yang kita miliki.
Menurut Drucker, di era ‘knowledge society’ pengetahuan bukan semata sebagai salah satu sumber daya (a resource) bersama faktor-faktor produksi tradisional lain seperti buruh, tanah, dan modal. Melainkan satu-satunya sumber daya (the only resource). Toffler menyebut pengetahuan sebagai pengganti seluruh sumber daya dan merupakan sumber kekuasaan tertinggi dan kunci bagi pergeseran kekuasaan (power-shift).
Quinn menekankan bahwa kekuatan sebuah perusahaan tidak lagi terletak pada aset-aset kasat mata. Melainkan pada yang non-kasat mata (knowledge-based intangibles), karenanya kemampuan mengelola aset non-kasat mata ini merupakan keahlian yang sangat dibutuhkan oleh para eksekutif di era ini.
Sudah saatnya masyarakat Indonesia jika ingin survive di abad informasi ini harus beralih dari Knowledge Consumer kepada Knowledge Producer. Menciptakan knowledge menjadi penting untuk menghalau segala kemungkinan inefisiensi yang terjadi akibat beredarnya informasi-informasi yang tidak bernilai tambah.
Penciptaan Knowledge untuk Berinovasi
Penciptaan knowledge juga erat kaitannya dengan inovasi. Inovasi adalah harga yang harus dibayar untuk bisa bertahan menghadapi persaingan. Indonesia yang telah terlanjur memasuki AC-FTA dan menghadapi gerbang globalisasi perdagangan yang semakin terbuka harus mendorong budaya berinovasi demi bertahan dalam persaingan dan selanjutnya menjadi pemimpin persaingan.
Inovasi bukan hanya milik negara maju. Inovasi adalah senjata bagi negara berkembang untuk mengakali keterbatasan. Ketajaman dan frekuensi inovasi berbanding lurus dengan penciptaan knowledge. Semakin banyak penciptaan pengetahuan baru semakin tajam kehandalan berinovasi.
Penciptaan knowledge harus memperhatikan beberapa aspek. Isu yang marak belakangan ini adalah duplikasi atau pun plagiarisme dalam menciptakan karya akademis sebagai salah satu bentuk knowledge creation. Dunia akademis jangan sampai dibiarkan tercoreng oleh sarjana-sarhana palsu yang karyanya adalah hasil plagiat. Untuk meghindari itu harus dibangun adanya kejujuran dan niat yang tulus dalam menuntut ilmu.
Sistem pendidikan sedikit banyak berperan dalam membentuk watak peserta didik bangsa yang memiliki kesadaran akan jiwa pembelajar yang tulus dan memiliki itikad kontribusi bagi bangsa. Bukan itikad untuk semata mecari keuntungan pragmatis.
Citizen journalism yang saat ini berkembang terutama berkat adanya web 2.0 merupakan tren yang positif untuk mengembangkan kultur knowledge production. Hal ini selain harus dipagari dari hal-hal yang tidak mendatangkan nilai tambah seperti isu SARA yang memcah belah, pornografi, gosip, kekerasan, dan lain sebagainya juga harus distimulus melalui penciptaan sarana dan prasarana oleh Kementrian Kominfo.
Abad informasi yang menuntun pada akses informasi yang merata membawa pada kedaulatan informasi di tangan khalayak. Akses informasi yang merata belum cukup untuk mendatangkan kesejahteraan sosial jika masyarakat hanya bertindak sebagai konsumen informasi. Terlebih jika informasi yang diakses adalah informasi yang tidak bernilai tambah. Masyarakat harus mentransformasikan informasi menjadi knowledge. Selanjutnya menjadi pencipta knowledge. Penciptaan knowledge berkaitan dengan kultur inovasi yang sangat diperlukan untuk menghadapi persaingan.
Oleh :
TOTO SUDARMONGI
| 9 Agustus 2010 | 13:50
Source : http://teknologi.kompasiana.com/group/internet/2010/08/09/kedaulatan-informasi/
Langganan:
Postingan (Atom)