Satu per seribu tetes ilmu saja sudah begitu banyak yang harus kita pelajari dan juga begitu sulit untuk digapai, apalagi kalau kita kita ingin mendapatkan setetesnya.
Selasa, November 23, 2010
Minggu, November 21, 2010
Sabtu, November 20, 2010
Apa itu Internet? Di buku virtual ini Anda akan mengenal lebih jauh tentang Internet.
VIVAnews - Dalam upaya untuk meningkatkan rata-rata pengetahuan pengguna tentang fundamental Internet, browser, dan Web, Google baru-baru ini meluncurkan buku panduan interaktif online.
Buku interaktif tersebut akan menjelaskan dasar-dasar atau konsep seperti apa itu TCP/IP, HTML, browser extention, malware, komputasi awan, keamanan dalam berinternet, dan berbagai hal lainnya yang berhubungan dengan Internet.
Disajikan dalam 62 halaman virtual, buku interaktif yang dibuat tim Google Chrome ini cukup bersahabat. Segmennya sangat luas: semua orang, mulai dari anak-anak sampai orang tua. Jika tertarik, Anda cukup membutuhkan akses Internet standar dan membuka alamat www.20thingsilearned.com.
Saat laman web terbuka, Anda akan menjumpai buku virtual berwarna biru bertuliskan 20 Things I Learned About Browsers and The Web beserta panduan interaktif di dalamnya. Anda bisa men-drag cursor mouse Anda ke kiri pada bagian depan buku untuk membukanya.
Di atas platform HTML5, Google memaparkan informasi seputar Internet dengan tulisan cukup besar, ringan, mudah dibaca, disertai gambar, dan ilustrasi sehingga nyaman dibaca. Tak tanggung-tanggung, Google langsung merangkul ilustrator profesional berpengalaman asal Jerman, Christoph Niemann.
Hal menarik lainnya, pada buku ini, Anda tidak langsung dijejali informasi-informasi berat, tetapi langkah demi langkah, bahkan mulai dari definisi Internet dan bagaimana cara kerjanya. Lalu, apa hubungan Internet dengan browser, keamanan, open source, aplikasi Web 3D, bahasa pemrograman, komputasi awan, dan sebagainya.
Kalau Anda tidak tahu apa itu browser, Anda tidak sendirian. Tak sedikit orang yang sebetulnya tidak tahu apa itu browser. Terbukti dari polling yang dilakukan di Mashable.com, ditemui kurang dari delapan persen responden menjawab dengan benar, sisanya keliru. Itu baru browser, belum sampai ke komputasi awan, pemrograman Web, sampai aplikasi Web.
Anda dapat mengunjungi www.20thingsilearned.com kapan saja. Selain gratis, Anda juga bisa sekaligus mengasah kemampuan bahasa Inggris, karena seluruh isi buku disajikan dalam bahasa Inggris yang ringan dan mudah dicerna. Selamat mencoba! (art)
• VIVAnews
Source : http://teknologi.vivanews.com/news/read/189596-panduan-interaktif-untuk-belajar-internet
Buku interaktif tersebut akan menjelaskan dasar-dasar atau konsep seperti apa itu TCP/IP, HTML, browser extention, malware, komputasi awan, keamanan dalam berinternet, dan berbagai hal lainnya yang berhubungan dengan Internet.
Disajikan dalam 62 halaman virtual, buku interaktif yang dibuat tim Google Chrome ini cukup bersahabat. Segmennya sangat luas: semua orang, mulai dari anak-anak sampai orang tua. Jika tertarik, Anda cukup membutuhkan akses Internet standar dan membuka alamat www.20thingsilearned.com.
Saat laman web terbuka, Anda akan menjumpai buku virtual berwarna biru bertuliskan 20 Things I Learned About Browsers and The Web beserta panduan interaktif di dalamnya. Anda bisa men-drag cursor mouse Anda ke kiri pada bagian depan buku untuk membukanya.
Di atas platform HTML5, Google memaparkan informasi seputar Internet dengan tulisan cukup besar, ringan, mudah dibaca, disertai gambar, dan ilustrasi sehingga nyaman dibaca. Tak tanggung-tanggung, Google langsung merangkul ilustrator profesional berpengalaman asal Jerman, Christoph Niemann.
Kalau Anda tidak tahu apa itu browser, Anda tidak sendirian. Tak sedikit orang yang sebetulnya tidak tahu apa itu browser. Terbukti dari polling yang dilakukan di Mashable.com, ditemui kurang dari delapan persen responden menjawab dengan benar, sisanya keliru. Itu baru browser, belum sampai ke komputasi awan, pemrograman Web, sampai aplikasi Web.
Anda dapat mengunjungi www.20thingsilearned.com kapan saja. Selain gratis, Anda juga bisa sekaligus mengasah kemampuan bahasa Inggris, karena seluruh isi buku disajikan dalam bahasa Inggris yang ringan dan mudah dicerna. Selamat mencoba! (art)
• VIVAnews
Source : http://teknologi.vivanews.com/news/read/189596-panduan-interaktif-untuk-belajar-internet
Jumat, November 19, 2010
Kamis, November 18, 2010
Selasa, November 16, 2010
Jumat, Oktober 22, 2010
18% Anak Pernah Dimarahi Orangtua di Facebook
Tidak banyak anak yang suka jika orangtua bergabung ke dalam jejaring sosial yang sama. Namun sebuah survei menunjukkan jika itu merupakan satu-satunya cara agar orangtua dapat memantau kegiatan anak di dunia maya.
18% Anak Pernah Dimarahi Orangtua di Facebook
SAN FRANSISCO - Tidak banyak anak yang suka jika orangtua bergabung ke dalam jejaring sosial yang sama. Namun sebuah survei menunjukkan jika itu merupakan satu-satunya cara agar orangtua dapat memantau kegiatan anak di dunia maya.
Studi yang dilakukan oleh lembaga peduli privasi berbasis di San Fransisco, Truste, mengungkapkan jika sekira 72 persen dari 1,037 orang tua yang menjadi responden mengaku telah memantau kegiatan anak di jejaring sosial secara reguler.
35 persen dari seluruh responden itu juga mengaku menyempatkan melakukan pemantauan setiap hari. Sekira 10 persen orangtua juga mengaku bisa mengakses akun jejaring sosial anak mereka.
Jika orangtua mengklaim harus melakukan hal ini demi keselamatan anak-anak mereka, tidak demikian dengan anak-anak. Sekira 18 persen remaja mengaku pernah dimarahi atau dibuat malu oleh orang tua mereka di internet.
Sekira 84 persen orangtua mengaku yakin semua informasi personal yang diposting anak-anak mereka di jejaring sosial merupakan tanggung jawab sendiri. Namun sekira 89 persen orang tua mendesak Facebook untuk membuat pengaturan privasi yang dapat membuat akun anak-anak mereka tidak sembarangan diakses orang lain.
Hebatnya, meski menginginkan privasi untuk anak-anak mereka, sekira 82 persen orang tua juga ingin agar mereka bisa bebas menghapus postingan yang ada di akun anak-anak mereka. Hal ini memang dianggap cukup bertolak belakang dengan paradigma privasi itu sendiri.
"Survei kami menunjukkan jika para orangtua dan remaja bisa berhubungan di jejaring sosial. Orangtua bisa memantau anak-anak mereka. Baik orang tua maupun anak sama-sama peduli dengan privasi dan menggunakan kendali privasi," ujar President Truste, Fran Maier, seperti dikutip melalui PC Magazine, Selasa (19/10/2010).
Maier juga memberikan saran kepada orangtua dan anak dalam menggunakan jejaring sosial. Bagi orang tua ada baiknya jika mereka mengajarkan privasi kepada anak melalui sebuah obrolan, baik langsung, melalui email, chat maupun media lain. Sedangkan bagi anak, Maier menyarankan agar mereka bisa berteman dengan orangtua di jejaring sosial.
Source : http://news.id.msn.com/okezone/sci-tech/article.aspx?cp-documentid=4407332
18% Anak Pernah Dimarahi Orangtua di Facebook
SAN FRANSISCO - Tidak banyak anak yang suka jika orangtua bergabung ke dalam jejaring sosial yang sama. Namun sebuah survei menunjukkan jika itu merupakan satu-satunya cara agar orangtua dapat memantau kegiatan anak di dunia maya.
Studi yang dilakukan oleh lembaga peduli privasi berbasis di San Fransisco, Truste, mengungkapkan jika sekira 72 persen dari 1,037 orang tua yang menjadi responden mengaku telah memantau kegiatan anak di jejaring sosial secara reguler.
35 persen dari seluruh responden itu juga mengaku menyempatkan melakukan pemantauan setiap hari. Sekira 10 persen orangtua juga mengaku bisa mengakses akun jejaring sosial anak mereka.
Jika orangtua mengklaim harus melakukan hal ini demi keselamatan anak-anak mereka, tidak demikian dengan anak-anak. Sekira 18 persen remaja mengaku pernah dimarahi atau dibuat malu oleh orang tua mereka di internet.
Sekira 84 persen orangtua mengaku yakin semua informasi personal yang diposting anak-anak mereka di jejaring sosial merupakan tanggung jawab sendiri. Namun sekira 89 persen orang tua mendesak Facebook untuk membuat pengaturan privasi yang dapat membuat akun anak-anak mereka tidak sembarangan diakses orang lain.
Hebatnya, meski menginginkan privasi untuk anak-anak mereka, sekira 82 persen orang tua juga ingin agar mereka bisa bebas menghapus postingan yang ada di akun anak-anak mereka. Hal ini memang dianggap cukup bertolak belakang dengan paradigma privasi itu sendiri.
"Survei kami menunjukkan jika para orangtua dan remaja bisa berhubungan di jejaring sosial. Orangtua bisa memantau anak-anak mereka. Baik orang tua maupun anak sama-sama peduli dengan privasi dan menggunakan kendali privasi," ujar President Truste, Fran Maier, seperti dikutip melalui PC Magazine, Selasa (19/10/2010).
Maier juga memberikan saran kepada orangtua dan anak dalam menggunakan jejaring sosial. Bagi orang tua ada baiknya jika mereka mengajarkan privasi kepada anak melalui sebuah obrolan, baik langsung, melalui email, chat maupun media lain. Sedangkan bagi anak, Maier menyarankan agar mereka bisa berteman dengan orangtua di jejaring sosial.
Source : http://news.id.msn.com/okezone/sci-tech/article.aspx?cp-documentid=4407332
Langganan:
Postingan (Atom)

















